Culinary

Dessert, Lezatnya Sampai ke Hati

 

 

Bila menyebut kata ‘dessert’, mungkin yang pertama terbayang di benak kita adalah sajian-sajian manis, dingin, dan berkrim yang kerap dihidangkan sebagai menu penutup saat makan ala Barat. Dalam budaya Barat, dessert atau makanan penutup memang lebih sering berupa aneka makanan manis yang mengiringi hidangan utama. Berdasarkan sejarahnya, kata ’dessert’ berasal dari bahasa Perancis kuno ’desservir’ yang artinya ’to clear the table’ (membersihkan meja) dan ’to serve’  (menghidangkan). Pengertian ini jelas sesuai, karena dessert hanya dihidangkan di akhir perjamuan, setelah meja makan ’bersih’ dari hidangan utama.

Karena selalu disajikan setelah makanan utama yang umumnya bercita rasa gurih atau asin, maka dessert yang lezat seperti cakes, cookies, gelatin, pastries, es krim, atau pie yang bercita rasa manis selalu dinantikan dan menjadi penutup yang menyenangkan.

Sebagai pelengkap nutrisi

Sebenarnya budaya makan asli Indonesia tidak mengenal urutan-urutan seperti dalam table manner orang Eropa: hidangan pembuka (appetizer atau entree), hidangan utama (main course) dan hidangan penutup (dessert). Meski demikian, di jaman modern seperti sekarang, rasanya lumrah saja menghidangkan puding kelapa kopyor atau es teler sebagai hidangan penutup.

Manfaat yang bisa didapat dari menyantap dessert antara lain:

  • Dalam hirarki penyajian makanan, dessert merupakan hidangan penutup atau ’pencuci mulut’. Sesuai dengan namanya, fungsinya adalah ’mencuci’, ’membilas’ mulut dan indera pengecap, untuk menghilangkan sisa rasa asin, gurih atau amis yang didapat dari hidangan utama. 
  • Dari sisi nutrisi, dessert bisa melengkapi kebutuhan gizi. Di daerah dingin, dessert kaya kalori dan lemak seperti kue-kue, trifle, tart, es krim, akan melengkapi kebutuhan ekstra kalori dan lemak. Di daerah tropis, dessert yang terbuat dari buah-buahan segar akan menjamin kecukupan asupan vitamin, mineral dan serat.
  • Secara psikologis dessert memberikan perasaan senang dan nyaman.
  • Bagi Anda yang punya balita, dessert juga dapat menjadi reward bagi si Kecil agar ia mau menghabiskan makanan utamanya.

Aneka dessert ala Indonesia

Kebiasaan menghidangkan makanan penutup rupanya bukan saja berlaku di negara-negara Barat saja. Di negeri kita sendiri, terdapat beraneka ragam makanan kecil dan kue-kue manis yang cocok dihidangkan setelah makanan utama, sebagai suguhan pesta, sebagai makanan kecil di sore hari, sebagai takjil atau makanan untuk berbuka puasa.

          Kue-kue tradisional seperti bingka, kolak, bubur sumsum, candil, onde-onde, klepon, cenil, kue ku, lapis, atau jongkong hanyalah sebagian kecil dari dessert ala negeri sendiri yang tak kalah lezat dibandingkan dengan dessert ala Barat. Dalam penyajiannya, kue-kue ini umumnya dikemas cantik dalam bungkus yang berasal dari daun pisang atau klobot jagung (pelepah jagung yang berwarna kekuningan), sehingga aroma khas dan kesan tradisionalnya semakin kental. Di beberapa toko kue terkemuka di Jakarta misalnya, bahkan kini tersedia kue-kue basah yang berukuran mungil sekali suap, sehingga memudahkan Anda dalam menikmatinya.

Rasa manis dan lezat yang terdapat dalam aneka makanan tradisional ini ternyata bisa memberikan kesan yang begitu mendalam, sehingga sekalipun sudah lama tinggal di kota besar yang serba modern, rasa rindu akan kampung halaman selalu melekat; tak hanya di hati, tetapi juga di lidah.

Klasifikasi dessert

Dari berbagai jenis hidangan penutup yang dinikmati secara luas di dunia, secara umum dessert dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar, yaitu:

  • Hot Dessert

Adalah hidangan penutup yang disajikan dalam keadaan panas, misalnya souffle, hot pudding, pancake/crepes, pie, fritters. Dalam kuliner Indonesia, yang termasuk dessert panas misalnya bubur kacang hijau, kolak, jongkong, bongko manis, dan kue putu.

  • Cold Dessert

Adalah hidangan penutup yang disajikan dalam keadaan dingin, misalnya sorbet (es dari sari buah-buahan), es krim, trifle, pudding, cake, choux paste, chocolate mousse, cream, atau custard. Dalam kuliner Indonesia, yang termasuk dessert dingin misalnya puding santan karamel, bubur sumsum, es puter, es campur, dan palu butung khas Makassar.

Anda yang sedang berdiet perlu waspada dalam memilih hidangan penutup, karena makanan-makanan manis ini umumnya berkalori tinggi. Sebagai gantinya, Anda bisa memilih buah segar atau sorbet yang berkadar gula rendah sebagai pencuci mulut yang tak kalah nikmatnya.

8 thoughts on “Culinary”

  1. Simply wish to say your article is as surprising. The clearness for your submit is simply spectacular and that i could suppose you are a professional on this subject. Fine with your permission let me to clutch your feed to stay updated with forthcoming post. Thanks a million and please keep up the rewarding work.|

  2. Hey there would you mind stating which blog platform you’re using? I’m going to start my own blog in the near future but I’m having a hard time choosing between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal. The reason I ask is because your design and style seems different then most blogs and I’m looking for something completely unique. P.S Apologies for getting off-topic but I had to ask!|

  3. First of all I would like to say great blog! I had a quick question which I’d like to ask if you don’t mind. I was interested to know how you center yourself and clear your head prior to writing. I’ve had trouble clearing my thoughts in getting my ideas out there. I truly do enjoy writing however it just seems like the first 10 to 15 minutes tend to be lost just trying to figure out how to begin. Any recommendations or tips? Thanks!|

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *