Home & Living

Dilema Properti: Rumah atau Apartemen?

 

Pertimbangkan masak-masak sebelum menjatuhkan pilihan.

Sebelum memutuskan tempat tinggal seperti apa yang akan dibeli, lokasi dan lingkungan sekitar menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam membeli properti. Jenis properti yang kelak Anda beli akan berperan besar dalam kehidupan Anda. Pertimbangkan dengan matang agar tidak menyesal nantinya.

Rumah vs Apartemen

Umumnya, ada dua jenis properti yang dapat dibeli seseorang, yaitu rumah tapak dan rumah vertikal seperti apartemen, rumah susun atau kondominium. Tentunya, ada sejumlah perbedaan antara rumah dan apartemen yang dapat menambah atau justru mengurangi daya tarik calon pembeli. Terlebih lagi apabila Anda berencana membeli properti untuk dijadikan sebagai investasi.

Hak dan kewajiban yang terkait dengan hunian vertikal dan rumah tradisional tidaklah sama. Membeli tempat yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan adalah sebuah keputusan penting. Baik rumah tapak atau vertikal, faktor kunci seperti lokasi, biaya, dan berapa banyak barang yang ingin Anda masukkan ke dalamnya, akan memengaruhi keputusan itu. Memahami apa yang Anda dapatkan setelah mengeluarkan sejumlah uang adalah faktor besar yang tidak boleh dianggap enteng. Pasalnya, rumah akan menjadi tempat Anda yang kemungkinan besar akan dihuni sampai tahun-tahun mendatang.

Perihal hak milik

Ketika membeli rumah tapak, apa yang Anda benar-benar miliki adalah rumah itu sendiri. Dalam kebanyakan kasus, Anda juga memiliki tanahnya. Sementara untuk hunian vertikal, Anda hanya memiliki ruangan di dalamnya. Paling tidak, Anda juga bisa menikmati fasilitas yang disediakan untuk digunakan secara bersama-sama dengan penghuni lain. Namun dengan memiliki hunian vertikal, Anda tidak serta merta memiliki juga tanah pada properti tersebut.

Biaya pemeliharaan

Tinggal di rumah tapak, berarti Anda bertanggung jawab untuk semua perawatannya. Jika ada pekerjaan yang perlu dilakukan, Anda harus membeli alat atau menyewa jasa orang lain untuk melakukan pekerjaan tersebut. Sementara di hunian vertikal, pada sebagian besar kasus, pengelola yang bertanggung jawab untuk pemeliharaan ruang hidup Anda. Biaya yang dibebankan kepada penghuni apartemen atau rusun biasanya digunakan juga untuk mendanai pemeliharaan dan perbaikan struktur eksternal.

Fitur komunitas

Salah satu keuntungan tinggal di sebuah hunian vertikal dibandingkan rumah tapak adalah bahwa biasanya apartemen atau kondominium memiliki fitur komunitas. Lapangan tenis, kolam renang, atau fasilitas berbasis masyarakat lainnya menjadi lebih mudah digunakan dan dipelihara di sebuah kondominium. Dalam kasus rumah tradisional, fitur tersebut akan sangat mahal karena harus menyewa.

Tips cermat membeli rumah

  • Beli saat pre-order

Membeli properti di periode launching akan memberi kita keuntungan, yaitu harga yang masih miring. Begitu juga jika kita membelinya saat masih dalam proses pembangunan. Setelah proyek rampung (biasanya memakan waktu paling cepat dua tahun), harga akan melonjak—setidaknya bisa 50% lebih mahal.

  • Pilih area pinggiran

Jika memiliki dana terbatas, kita dapat memilih perumahan di pinggir kota. Untuk Jakarta, misalnya, pilihan ada di area Bogor, Tangerang, Bekasi, maupun Depok.          

  • Over kredit

Mencari rumah second atau properti yang over kredit, yaitu mengambil alih sisa utang atau KPR penjual juga tidak merugikan. Tentunya, nih, kita juga harus membayarkan sejumlah uang muka dan cicilan ke bank yang sebelumnya sudah disetor penjual. Jika ditotal, harga ini masih lebih bersahabat dibandingkan membeli rumah pada orang yang telah melunasi pembayarannya.

Tips cermat membeli apartemen

  • Pilih apartemen dengan unit berbentuk persegi karena bentuk inilah yang paling ideal. Jika unit apartemen bersudut-sudut akan menyusahkan dalam hal pengaturan tata ruangnya.
  • Lihat juga susunan tata ruang dan sirkulasi udara dan cahaya di dalam apartemen. Harus efektif dan mengalir sehingga saat dihuni, unit Anda lebih nyaman.
  • Pertimbangkan soal biaya perawatan yang akan dibebankan kepada Anda saat menghuni apartemen, seperti biaya air, listrik, dan keamanan. Biasanya, biaya-biaya ini lebih tinggi dibandingkan dengan rumah tapak.
  • Adakah ruang service di dalam unit apartemen? Ruang service ini digunakan sebagai tempat jemuran atau gudang sehingga jemuran dan barang-barang yang tidak diperlukan tidak ditaruh di balkon yang malah akan merusak pemandangan.
  • Pertimbangkan masalah renovasi, dan perbaikan saat terjadi kerusakan atau kebocoran. Karena Anda berbagi bangunan dengan penghuni lain, ada kemungkinan Anda harus berkoordinasi dengan penghuni lain dan dengan pihak pengelola apartemen.

Artikel pernah dimuat di Majalah Etalase Bintaro, edisi Oktober 2018.

13 thoughts on “Home & Living”

  1. Hello! I know this is kinda off topic but I was wondering which blog platform are you using for this website? I’m getting tired of WordPress because I’ve had problems with hackers and I’m looking at options for another platform. I would be awesome if you could point me in the direction of a good platform.

  2. Hi there! I know this is kind of off topic but I was wondering if you knew where I could get a captcha plugin for my comment form? I’m using the same blog platform as yours and I’m having trouble finding one? Thanks a lot!|

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *