Born to be the Icon

Mencetak prestasi dan karya gemilang hingga di usia senja.

Siapa yang tak mengenal Al Pacino, Robert DeNiro, Helen Mirren, atau Julie Andrews? Nama-nama tersebut adalah sebagian dari aktor legendaris Hollywood yang karya-karyanya hingga saat ini tetap dinantikan oleh para penggemar film. Meskipun ada begitu banyak artis pendatang baru setiap tahunnya, namun nama-nama besar ini tetap berjaya di industri ini. Apa rahasia para aktor yang layak disebut ”The Icon in Showbiz” ini?

Mempertahankan citra

Ada istilah yang mengatakan bahwa ”mempertahankan prestasi lebih sulit daripada memperjuangkannya” hal ini tidak meleset memang, terutama dalam industri perfilman yang memiliki persaingan dan tekanan yang sangat keras. Tidak sedikit para bintang yang jauh dari kejayaannya, entah karena terjerumus dalam penyalahgunaan obat-obatan maupun ketergantungan alkohol, misalnya seperti Judy Garland (aktris pemeran film ”The Wizard of Oz” yang juga ibu dari Liza Minelli), Elvis Presley, dan Humphrey Bogart, maupun karena kegagalan mempertahankan citra di mata publik, misalnya Katherine Heigl, sejak perseteruannya dengan Shonda Rhimes dalam serial Grey’s Anatomy, atau Bill Cosby, dengan serangkaian tuduhan dan kasus pelecehan dari puluhan wanita. Citra diri memang begitu rentan dalam industri showbiz karena salah melangkah sedikit saja, semua bisa lenyap begitu saja.         

Siap mental

Untuk menjadi seorang pekerja seni, terutama di Hollywood, kesiapan mental sudah tentu menjadi hal utama yang harus dimiliki oleh para aktor. Bukan saja dalam menjalani pekerjaan dengan sebaik-baiknya, serbuan paparan dari media massa dan paparazzi juga kerap menjadi penyebab tekanan terbesar dalam diri para aktor, karena seolah tidak ada lagi privasi.

Helen Mirren dalam sebuah wawancara untuk The New York Post bersama Michael Riedel yang diunggah sempat mendeskripsikan betapa sulitnya untuk menjalani keseharian sebagai ’orang biasa’. Helen sama sekali tidak punya waktu untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama suami, atau sekadar hangout sejenak di restoran karena seluruh waktunya tersita oleh pekerjaan. Seusai bekerja pun, masih ada setumpuk undangan penting yang harus dihadiri, dan semua itu demi public exposure. Kunci untuk bisa berhasil menjalani karier di bidang ini adalah ”to have a laser-focus on the goal” alias berkonsentrasi penuh pada tujuan yang ingin dicapai, walaupun terkadang harus rela melakukan hal-hal yang berbeda, yang keluar dari mainstream. Berkat ketekunannya itu juga lah, Helen berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya piala Oscar sebagai Aktris Terbaik untuk film ’The Queen’ (2007).

Kekuatan akting

Akting hebat dari Al Pacino atau Dustin Hoffman memang sulit dicari tandingannya. Kehebatan teknik akting memang menjadi kunci utama dalam menjalani peran, yang tidak bisa didapatkan secara instan atau melalui jalan pintas.

Adalah Lee Strasberg yang disebut-sebut sebagai pelopor dalam penciptaan metode akting, yang diperkenalkan pada era 1930-an. Beliau jugalah yang sempat menjadi pelatih akting dari beberapa bintang besar, seperti Paul Newman, Dustin Hoffman, dan tentu saja, Al Pacino. Menurut Strasberg, teknik akting yang baik ternyata tidak saja membutuhkan kepiawaian transformasi fisik (yang kini bisa dibantu dengan teknik CGI dan blue screen), namun juga pendalaman karakter secara psikologis. Aktor harus bisa memperhatikan secara intensif karakter yang akan ia perankan, memahami motivasinya, bahkan melakukan ’substitusi identitas’, sehingga dirinya berubah menjadi karakter yang ia perankan.

Teknik ini juga sepertinya yang diterapkan oleh mendiang Heath Ledger saat mendalami peran sebagai Joker dalam film ’The Dark Knight’. Dikabarkan, Ledger sempat mengisolasi diri selama berminggu-minggu untuk mendapatkan esensi dari karakter sociopath Joker tersebut. Tak berbeda dengan itu, aktor Robert DeNiro saat mempersiapkan diri untuk memerankan tokoh Vito Corleone muda dalam film ’The Godfather’, ia sempat pindah ke Sisilia untuk menyempurnakan beberapa aksen Sisilia yang harus dikuasainya, juga belajar menembak dan mengendarai taksi saat berperan dalam film ’Taxi Driver’.

Pendalaman akting kadang juga diterapkan secara ekstrem oleh beberapa aktor, misalnya Christian Bale yang memaksa dirinya kelaparan dan berdiet ekstra ketat dalam film ’The Machinist’, atau Daniel Day-Lewis, yang saat berperan sebagai orang Indian dalam film ’The Last of the Mohicans’, menolak untuk makan apapun yang tidak diburu dan disembelihnya sendiri demi memperkuat karakternya sebagai survivalist, atau terus duduk di kursi roda saat memerankan tokoh Christy Brown dalam dilm ’My Left Foot’. Semua itu demi akting yang meyakinkan dan pendalaman karakter secara total. 

Di sebuah acara di Festival Film Roma, Al Pacino di hadapan para aktor muda yang hadir berbagi pengalaman tentang akting. ”Pelajari dialog dan pahami cara berlatihmu, lalu terus berlatih. Gaya saya dalam mempelajari karakter adalah membebaskan diri hingga ke tingkat bawah sadar, sehingga kita tidak akan menyensor diri,” jelas aktor yang sukses berperan dalam ’Scarface’, ’The Godfather’, juga ’The Devil’s Advocate’.

The Next Icon: Siapa saja?

  • Eddie Redmayne

Memerankan seorang ilmuwan jenius yang harus hidup di kursi roda dengan gangguan motorik tentu bukanlah hal yang mudah. Redmayne harus berlatih keras selama 4 bulan dan berkunjung ke klinik syaraf di London setiap 2 minggu sekali untuk bisa menyelami karakter Hawking, baik secara fisik maupun mental. Berkat keberhasilannya memerankan Hawking, Redmayne masuk ke jajaran aktor menjanjikan di industri perfilman masa kini.

  • Benedict Cumberbatch

Komitmen aktor ini memang tidak perlu diragukan lagi. Saat memerankan Raja Richard III, ia rela jatuh dari kuda dan bertarung dengan menggunakan pedang di medan yang berlumpur. Berbeda dengan saat dirinya harus memerankan karakter Alan Turing dalam ’The Imitation Game’, ia harus terbiasa memiringkan kepala dan tidak melakukan kontak mata saat bercakap-cakap, juga harus berbicara dengan intonasi cepat, nada tinggi dan sedikit gagap. Ditambah lagi setelah sukses memerankan Sherlock Holmes dan juga Khan dalam film ’Star Trek’, karya terbaru aktor ini terus dinantikan.

  • Anne Hathaway

Bintang wanita cantik ini semakin bersinar, terutama setelah membintangi film ’Les Miserables’, di mana untuk bisa memerankan tokoh Fantine, Hathaway melakukan diet ketat selama berbulan-bulan, memperkaya diri dengan riset mendalam tentang perbudakan dan prostitusi, berlatih vokal intensif selama 6 bulan, juga rela menggunduli kepalanya.   

  • Natalie Portman

Film yang dibintanginya selalu menarik; sebut saja ’The Black Swan’, ’Leon’, dan ’V for Vendetta’. Dalam film ’The Black Swan’ misalnya, Portman melakukan diet ekstrem untuk mendapatkan tubuh ekstra ramping ala balerina, juga berlatih balet dan akting hingga 16 jam sehari. Piala Oscar pun  berhasil diraih dan Portman masuk ke jajaran aktris yang karirnya menjanjikan.

Artikel ini pernah dimuat di Majalah Mandir Prioritas edisi 3/2015.

2 thoughts on “Born to be the Icon”

  1. We are a group of volunteers and starting a brand new scheme in our community. Your web site provided us with useful info to work on. You’ve performed an impressive process and our entire community shall be grateful to you.|

  2. I know this if off topic but I’m looking into starting my own blog and was curious what all is required to get setup? I’m assuming having a blog like yours would cost a pretty penny? I’m not very web savvy so I’m not 100% positive. Any suggestions or advice would be greatly appreciated. Thank you|

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *