I am with You, Greta

from bbc.com

“I shouldn’t be up here. I should be back in school on the other side of the ocean. Yet you all come to us for hope. How dare you. You have stolen my dreams and my childhood with your empty words,” teriak gadis Swedia berusia 16 tahun yang kini aktif sebagai aktivis lingkungan dalam pidatonya di Climate Action Summit 2019 di New York.

Beberapa hari ini nama Greta Thunberg terus bermunculan di timeline saya. Saya yang awalnya tidak terlalu memerhatikan gadis muda ini, akhirnya terhenti di satu tayangan, di mana Greta tampak begitu kecewa setelah langkahnya di United Nations Climate Summit pada Senin, 23 September lalu dijegal oleh si Badut Oranye konyol congkak tanpa otak itu (I don’t need to explain who that is).

Di situ saya tiba-tiba tertegun. Sudah separah itu rupanya sepak terjang para perusak dunia ini. Bahkan untuk bersepakat dalam melestarikan Bumi dan mencegah kerusakannya pun mereka tak mau. Yang dipikirkan hanya uang saat ini. Bukan untuk keberlangsungan alam, kesejahteraan generasi selanjutnya. Na’udzubillah. Nurani dan mata hatinya seperti sudah ditutup oleh Yang Kuasa. Menyedihkan.

Saya jadi teringat kisah saat Tuhan ingin menciptakan manusia. Di saat itu semua malaikat mempertanyakan keputusan Tuhan ini. “Kami terus menerus beribadah dengan memuji dan tertasbih kepadaMu, kami tidak pernah berbuat durhaka kepadaMu, mengapa Engkau berniat menciptakan makhluk yang hanya akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di muka Bumi?” Jawaban Tuhan adalah “Aku lebih mengetahui tentang apa-apa yang kalian tidak ketahui.”

Dari kisah ini jelaslah bahwa sudah menjadi suratan bahwa manusia memang akan hanya menimbulkan kerusakan, kehancuran, dan pertumpahan darah. Ditambah dengan campur tangan Iblis dengan segala dendamnya, maka lengkaplah sudah.

Kejadian di UN Climate Summit ini seperti menunjukkan hal itu. Manusia-manusia serakah yang berkumpul lagi-lagi hanya memberikan wacana soal penyelamatan Bumi, wacana soal harapan bagi generasi mendatang, wacana omong kosong yang hanya membuang-buang uang. Greta tahu itu. Greta sebagai salah satu “generasi mendatang” sudah merasa betapa masa depannya dihancurkan oleh generasi kini, generasi yang tak peduli apakah anak-anak nanti bisa menghirup udara segar, bisa punya langit yang biru, atau air yang bersih.

Beberapa hari ini saya merasa betapa Jakarta sangat panas, bahkan tidur dengan memasang kipas angin di kecepatan tinggi pun tak ada efeknya. Saya terus menerus terbangun dengan bantal dan sprei yang basah kuyup karena keringat. Tidur di lantai mungkin hanya solusi untuk tidur lebih nyenyak setiap malam. Saya pun tahu beberapa daerah di Indonesia sedang darurat asap karena kebakaran hutan dan lahan yang belum teratasi. Beberapa waktu lalu hutan Amazon juga terbakar. Lahan rusak, fauna pun jadi korbannya. Saya hanya bisa membatin semoga fauna-fauna malang itu tak merasa kesakitan sebelum ajalnya menjemput. Ah, kok saya jadi nangis…

Greta hanyalah satu di antara banyak generasi mendatang yang khawatir dengan masa depannya. Saya pun khawatir dengan masa depan anak saya, karena dia juga bagian dari “generasi mendatang” yang hanya disuruh berharap oleh para manusia rakus itu. Greta sudah kehilangan momen untuk berhadapan dengan media, untuk menyampaikan pandangannya dan kekhawatirannya atas masa depannya, gara-gara Badut Oranye terkutuk yang setiap hari saya nantikan kejatuhannya.

“You are failing us”, kata Greta. “We’ll be watching you,” katanya dengan muka geram. Sebagian penonton tertawa mendengarnya, seolah-olah ini sesuatu yang adorable, menggemaskan, sepertinya mereka menganggap ini “Oh, how cute” moment. BUKAN. Greta tidak sekadar anak kecil yang sok dewasa. Dia tahu benar apa yang diucapkannya. Dia tahu benar betapa suramnya masa depannya nanti di Bumi dengan melihat kondisi saat ini. Tak selayaknya awak media maupun penonton saat itu menyunggingkan senyum kepadanya. Harusnya kalian merasa malu dan harus meminta maaf kepadanya. Greta bukan sekadar menyampaikan idealism semata. Greta hanya tahu dirinya harus bicara karena kalian, orang-orang dewasa yang sudah menyebabkan dunia menjadi salah urus. Harta yang kalian telan, status yang kalian dapatkan, semua itu punya garis darah yang harus kalian pertanggung jawabkan kelak. Kalian seharusnya malu pada diri sendiri, malu pada nenek moyang dan pendahulumu yang sudah kalian kecewakan. Malu kepada generasi mendatang, karena kalian hanya menyisakan tahi untuk mereka.

Cek video dan liputannya di sini:

Greta’s Speech in UN Climate Summit

Terus terang, saya belum ingin kiamat datang. Saya masih ingin sempat memperbaiki diri, ingin berbuat lebih banyak untuk kebaikan. Tetapi saya miris setiap hari, melihat tanda-tandanya semakin nyata. Tuhan pun sepertinya sudah semakin gemas melihat polah kita. Dan hanya perlu satu jentikan jari saya bagiNya untuk melenyapkan kita semua. Lalu apakah setelahnya kita masih akan pongah dan mencoba berdebat dengan Nya?

HOW DARE YOU, I SAY…. HOW DARE YOU.

26 thoughts on “I am with You, Greta”

  1. I’ve been exploring for a little bit for any high quality articles or blog posts in this sort of space . Exploring in Yahoo I at last stumbled upon this website. Studying this info So i’m happy to convey that I’ve an incredibly excellent uncanny feeling I came upon just what I needed. I most undoubtedly will make sure to do not forget this site and give it a glance regularly.|

  2. I’m not sure why but this blog is loading very slow for me. Is anyone else having this problem or is it a problem on my end? I’ll check back later and see if the problem still exists.|

  3. I do believe all the ideas you have introduced in your post. They’re very convincing and can definitely work. Still, the posts are too quick for newbies. May you please extend them a bit from subsequent time? Thank you for the post.|

  4. Pingback: studies on hydroxychloroquine

  5. Pingback: coupon for hydroxychloroquine

  6. Pingback: hydroxychloroquine overdose in humans

  7. Pingback: hydroxychloroquine prescription online

  8. Pingback: ivermectil 12mg usage

  9. Pingback: how to take priligy orally

  10. Todavía es un tema tabú y, por eso, los afectados consultan poco con su médico. Suelen aparecer a partir de cierta edad, aunque también se suele dar en personas jóvenes. Los inhibidores de la fosfodiesterasa V no producen la erección, independientemente del deseo sexual, aunque intensifican la respuesta eréctil ante la estimulación sexual.

  11. Pingback: stromectol for skin abscess

  12. Pingback: potassium antiparasitic tablets uses

  13. Pingback: buy ivermectin canada

  14. Pingback: deltasone for stye

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *