Tentang Pseudocide: The Art of Faking Your Death

Ditulis tanggal 13 Agustus 2019. 

Oke. Cerita tentang si Pedofil Epstein ini makin mirip serial “Scandal”. Hari Minggu, “akhirnya” orang ini berhasil mati, konon gantung diri di selnya. Reaksi pertama pas baca berita ini di Instagram NYMag: BOHONG! Jelas, saya menolak mentah-mentah berita ini. Tapi setelah itu semua kanal berita menyiarkan hal ini. Hmm…

Tapi tetep lho, saya nggak begitu aja percaya sama skenario ini. Ada beberapa alasan kenapa saya keukeuh nggak mau percaya:

  1. Orang ini terlalu powerful untuk bisa ditundukkan begitu saja dengan skenario bunuh diri. Dia tinggi gengsi, merasa berkuasa, dan punya kenalan di seluruh dunia (bahkan sampai Sultan Bolkiah dari Brunei pun jadi salah satu koleganya, lho!), punya pulau, mansion, uang, sampai paspor Saudi (lupakan soal religi kalau di sini ya, orang Saudi juga manusia, yang bisa disuap pakai harta!). Dia bukan tokoh kacangan yang baru-baru aja kesandung masalah. Sudah sejak tahun 80-an orang ini gentayangan di kalangan jetset dan pejabat tinggi (dan saya yakin dia menghidupi diri dan “bisnis”nya dengan uang hasil pemerasan), berkali-kali lolos dari jeratan hukum, atau malah melenturkan hukum sampai level yang tidak masuk di akal. Masa iya, segitu gampangnya memilih bunuh diri sebagai jalan keluar? Nggak mungkin.
  2. Skenario lain: Dia dibunuh. Hmm… kenapa baru sekarang? Di dalam black book-nya, orang ini punya begitu banyak nomor kontak orang-orang penting di seluruh dunia. Dan sudah tentu bukan cuma nomor teman, pasti nggak sedikit juga nomor musuhnya. Blackmail nggak mengherankan kalau jadi salah satu bahan bakarnya dalam “berbisnis”. Sudah sejak tahun 80-an lho… kenapa baru sekarang dibunuhnya? Kan, akan lebih mudah kalau dia dihabisi di mansion-nya, atau di tengah pesta. Banyak celah yang bisa digunakan untuk melenyapkan orang ini, kalau memang plot-nya adalah harus menghilangkan si Kerak Neraka ini. Kenapa juga sekarang, di sel-nya? Kenapa harus dikemas terang-terangan begini? Kalau dilakukan di tengah pesta atau dibuat seolah-olah mati wajar, kan, tidak menimbulkan publikasi berlebihan atau konspirasi baru? Ini yang saya nggak sepenuhnya sepakat.
  3. Dia melakukan pseudocide alias pura-pura mati. Untuk orang yang pernah punya rencana membangun ranch yang isinya perempuan-perempuan yang disiapkan untuk melahirkan keturunan-keturunannya, pseudocide mungkin cuma seperti beli pisang goreng aja, gampang. Apalagi dia punya uang yang begitu banyak. Tinggal mengarahkan beberapa orang – sipir, penjaga sel, even janitor – untuk menyelundupkan beberapa hal, seperti obat bius, tali gantungan (konon seprai di sel-nya dibuat dari kain tipis sehingga tidak memungkinkan untuk dijadikan alat menggantung diri), juga tetrodotoxin.

Oke. Kita bahas dulu tetrodotoxin alias racun ikan buntal ini, deh. Saya benar-benar kebanyakan nonton film konspirasi kayaknya, sampai-sampai terpikirkan hal yang satu ini. Zat ini banyak diklaim di film-film spionase, seperti di Scandal, juga di serial Chuck, juga di Romeo & Juliet, dengan penjelasan sebagai berikut:

“… tetradotoxin, a powerful neurotoxin that on top of having no antidote tends to kill people as soon as they ingest it. (It’s that nasty stuff in pufferfish that makes the creature so dangerous to eat if not prepared properly.) By taking a dose of this poison, heart rate and breathing supposedly will slow down to virtually nothing, making people believe he is actually dead.

The rumors about tetradotoxin’s breathtaking powers actually stems from Haiti, according to Browne. According to legend, the powerful toxin was used in potions in voodoo rituals, allowing people to appear dead. Since then it has been used in numerous spy movies and television shows, but you can’t believe everything you see on TV.”

Source: http://techland.time.com/2010/10/19/analyzing-chuck-is-there-really-a-drugged-out-way-to-fake-your-death/

Meskipun ini masih belum jelas kebenarannya, tapi apa sih, yang nggak mungkin di zaman sekarang?

Intinya, dia bisa saja memesan zat pelumpuh tubuh yang bekerja dalam beberapa jam (yang konon kalau detak jantung diperiksa juga sangat pelan, sampai nyaris tidak terdeteksi), lalu setelah sadar, dia bisa diselundupkan keluar dari rumah sakit untuk segera menjalani operasi plastik untuk mengubah seluruh ciri wajah, kemudian lari ke entah ke mana, dan melanjutkan plot gila di dunia: menghasilkan generasi baru yang di-drive untuk seperti dirinya. Hiyyy…. Benar-benar gila kalau ini terjadi.

Dari ketiga kemungkinan di atas, saya cenderung memilih yang ketiga. Ini plot yang paling masuk akal untuk kualitas orang semacam ini, yang bisa memanipulasi orang, dari professor di Harvard sampai Presiden. Mengelabui publik awam macam kita sih, kecil…!

LALU…

Menurut berita hari ini di DailyMail (13 Agustus 2019), ada beberapa hal “ajaib” yang mengelilingi urusan kematian makhluk rendah ini. Sel-nya yang seharusnya dijaga ketat dan dicek ulang setiap 30 menit, tiba-tiba aja penjaganya lenyap selama beberapa lama. Padahal orang ini sudah dimasukkan dalam daftar “Suicide Watch” yang harus terus menerus dijaga. Lalu yang lebih ajaib, bagi orang-orang semacam ini, dia tidak diperkenankan berada di selnya sendirian, artinya, setiap sel dihuni 2 orang. Nah, di hari Jumat (sehari sebelum kejadian ya), tiba-tiba aja cell mate-nya orang ini mysteriously transferred ke rumah tahanan yang lain, dan belum ada penggantinya sampai hari kejadian. Nah loh!

Lalu ada lagi yang berspekulasi bahwa orang ini memang beneran koit, setelah menyuap semua penjaganya dengan sejumlah uang – tentunya tim pengacaranya bisa mengatur dengan rapi, sebagaimana mereka menyelesaikan kasus-kasus Epstein yang lain. Masuk akal juga, kalau kita melupakan faktor gengsi dan kuasa dari orang ini.

Wah… reality TV material banget ya.. gila. I will continue in following this story. Nggak terima kalau si Bisul Neraka ini cuma segitu aja bisa lolos! Pedophile memang harus mati, tapi nggak semudah itu seharusnya.a

21 thoughts on “Tentang Pseudocide: The Art of Faking Your Death”

  1. Hey there! This is kind of off topic but I need some guidance from an established blog. Is it hard to set up your own blog? I’m not very techincal but I can figure things out pretty fast. I’m thinking about making my own but I’m not sure where to start. Do you have any ideas or suggestions? Appreciate it|

  2. Hi there would you mind stating which blog platform you’re using?

    I’m planning to start my own blog soon but I’m having
    a hard time deciding between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.

    The reason I ask is because your design seems different
    then most blogs and I’m looking for something unique.
    P.S Apologies for being off-topic but I had to
    ask!

    Feel free to surf to my site :: do dealerships buy junk cars

  3. Have you ever considered creating an ebook or guest authoring on other sites? I have a blog based upon on the same topics you discuss and would really like to have you share some stories/information. I know my viewers would appreciate your work. If you are even remotely interested, feel free to send me an email.|

  4. I am not sure where you are getting your info, but great topic. I needs to spend some time learning more or understanding more. Thanks for excellent information I was looking for this information for my mission.|

  5. With havin so much content do you ever run into any issues of
    plagorism or copyright violation? My blog has a
    lot of unique content I’ve either written myself or outsourced
    but it appears a lot of it is popping it up all over the internet without
    my authorization. Do you know any techniques to help reduce content from being stolen? I’d certainly appreciate it.

  6. Además, las inyecciones pueden causar una erección dolorosa y persistente (priapismo). Sin embargo, la sexualidad no tiene fecha de caducidad. Recuérdele que la disfunción eréctil es frecuente, dígale que no es necesariamente verdad que el problema está sólo en su cabeza y finalmente recuérdele que la disfunción eréctil se puede tratar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *