The Ultimate Maritime Leisure

The Ultimate Maritime Leisure

Nenek moyangku orang pelaut, gemar mengarung luas samudera. Anda tentu familiar dengan potongan lagu tersebut, yang menggambarkan betapa laut sudah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan masyarakat Indonesia sejak dulu. Seiring perkembangan jaman, kecintaan terhadap laut tetap lestari, namun kini dengan memanfaatkan alat transportasi istimewa: yacht.

 

By IB

Bukan perahu biasa

Jenis alat transportasi yang satu ini memang berbeda dari perahu maupun kapal layar biasa. Istilah ’yacht’ lazim digunakan untuk menyebut perahu atau kapal yang secara khusus memiliki fungsi rekreasi, biasanya berupa perahu layar ringan yang mampu bergerak cepat di atas permukaan laut.

          Pada awalnya, yacht dikembangkan oleh angkatan laut Belanda untuk mengejar bajak laut maupun kapal-kapal asing yang melanggar batas perairan. Namun setelah Raja Inggris Charles II menggunakan yacht sebagai moda transportasi pribadi dari Belanda menuju Inggris pada masa restorasinya di tahun 1660, akhirnya yacht secara khusus digunakan untuk transportasi VIP.  Karena nilai prestise yang dimilikinya, hingga kini yacht menjadi pilihan bagi pecinta wisata layar, baik sebagai hobi, transportasi maupun pesiar pribadi.

”Animo masyarakat terhadap kegiatan ini cukup besar; aktivitas di laut yang sudah lebih dulu berkembang di Indonesia di antaranya adalah memancing dan menyelam. Orang Indonesia senang kok, main di laut.” – Nino Krisnan

Tantangan di Indonesia

Meski pamornya belum setenar biking, running, ataupun diving, bukan berarti berlayar (sailing atau yachting) sepi peminat. Nino Krisnan, penggagas komunitas Ayo Berlayar yang juga aktif dalam industri ship, boat & yacht design, naval architecture dan marine engineering menyatakan bahwa aktivitas ini sangat potensial untuk berkembang di Indonesia. ”Animo masyarakat terhadap kegiatan ini cukup besar; aktivitas di laut yang sudah lebih dulu berkembang di Indonesia di antaranya adalah memancing dan menyelam. Orang Indonesia senang kok, main di laut,” tuturnya.

          Sayangnya, aktivitas ini di Indonesia masih menghadapi tantangan yang cukup besar. ”Kendala yang terutama dihadapi yachting di Indonesia adalah kurangnya jumlah kapal layar, juga orang yang punya skill untuk mengoperasikan kapal layar terbilang cukup terbatas. Yang bisa membawa kapal motor sih, mungkin banyak ya… tapi kalau kapal layar kan sama sekali berbeda. Harus benar-benar menguasai dan paham kondisi angin. Kalau ingin belajar, setidaknya kita harus ke Thailand atau Singapura karena di negara kita belum ada sekolahnya,” jelas Nino. ”Untuk itulah, kami di komunitas ini ingin membuat suatu terobosan, setidaknya untuk makin meningkatkan minat masyarakat dalam menikmati aktivitas ini; harapannya lama-kelamaan bisa menjadi budaya. Saya cukup optimis dengan hal ini; terutama bagi siapa saja yang ingin escape sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan,” tambahnya.

          ”Saya melihat dukungan Pemerintah sekarang terhadap yachting sangat meningkat jauh; salah satunya adalah dengan menyusun strategi baru untuk mempermudah ijin kunjungan yacht asing ke Indonesia. Bayangkan, di Malaysia saja dalam setahun bisa ada 9000 kunjungan yacht wisata asing, sementara di Indonesia hanya sekitar 300-an saja. Padahal ini kan, lahan wisata yang menjanjikan,” tegas Nino.

Perlu persiapan khusus

Kita patut bersyukur karena berada di negara beriklim tropis, hampir setiap saat kita bisa menikmati wisata layar. Namun sebelum Anda memutuskan untuk berpesiar di atas yacht, faktor eksternal yang perlu diperhatikan umumnya adalah kemungkinan terjadinya hujan, kondisi angin, jarak pandang, juga tinggi gelombang.

          Selain itu, untuk pelayaran jauh, Anda juga perlu mempersiapkan rute beserta dokumen yang diperlukan agar perjalanan Anda tetap lancar. Apalagi saat berlayar keluar dari batas perairan dalam negeri, sudah tentu Anda juga perlu memiliki visa dan dokumen pendukung lainnya, seperti surat izin kelaikan berlayar, surat izin kesehatan kapal, serta berbagai izin lain yang diperlukan sebuah kapal untuk merapat atau pergi dari dermaga.

Kemewahan di lautan

Bukan hanya mobil dan pesawat saja yang punya kelas super mewah; di dunia pelayaran pun ada kelas-kelasnya. Yacht mewah – disebut juga luxury yacht – tak dimiliki oleh sembarang orang selain karena harganya yang juga super mahal, perawatan dan perijinannya juga khusus. Beberapa lokasi populer yang mengeluarkan izin untuk menambat yacht berukuran besar yang dilengkapi fasilitas dan jaminan keamanan yang memadai antara lain Cayman Islands, Marshall Islands, Isle of Man, dan British Virgin Islands.

          Karena ukurannya sangat besar, biasanya superyacht terbagi atas beberapa bagian, yaitu lower deck (biasanya dimanfaatkan sebagai kabin untuk tamu, ruang mesin dan ruangan untuk kru), main deck (kabin untuk pemilik, bar, ruang makan, juga ruang kerja), upper deck (ruang makan outdoor, sky lounge, kabin untuk kapten), dan sun deck (biasanya dimanfaatkan untuk jacuzzi maupun gym). Di atas yacht super mewah ini pun terkadang dilengkapi dengan berbagai ’aksesori’ tambahan, misalnya speedboat, perahu layar, perlengkapan selam dan selancar, bahkan banana boat, serta sarana komunikasi satelit.           Superyacht biasanya dikelola oleh kru khusus, mulai dari kapten kapal hingga chef, sehingga pemiliknya bisa menikmati pelayaran dengan santai sambil menjamu relasi maupun keluarga.

FYI: Beda ukuran, beda juga namanya

Panjang yacht umumnya berkisar antara 10 meter (33 ft) hingga 12 meter ke atas. Uniknya, untuk perahu mewah yang ukurannya lebih kecil dari 12 meter (39 ft) lebih umum disebut sebagai cabin cruiser atau singkatnya cruiser. Sedangkan istilah superyacht, baik yang menggunakan layar maupun motor, digunakan untuk menyebut perahu yang berukuran di atas 24 meter (79 ft), dan megayacht untuk yang di atas 50 meter (164 ft) – bahkan saat ini sudah mulai dikembangkan gigayacht! Tentu saja, ukuran ini masih lebih kecil daripada cruiseliners atau kapal pesiar, yang panjangnya bisa mencapai 300 meter.

Superyachts di dunia

  • Christina O, berukuran 99,06 m, dibangun pada tahun 1943, dimiliki oleh Aristotle Onassis.
  • Azzam, berukuran 180 m, diluncurkan pada tahun 2013 oleh perusahaan shipbuilding asal Jerman, Lursse, dengan rancangan konstruksi oleh Eng. Mubarak Saad Al Ahbabi.
  • Dubai, berukuran 162 m, dirancang khusus untuk Pangeran Jefri Bolkiah dari Brunei, diluncurkan pada tahun 2006 oleh Platinum Yachts.
  • Savannah, berukuran 83,5 m, merupakan superyacht hybrid pertama di dunia, dikembangkan oleh perusahaan shipbuilding asal Belanda, Feadship pada tahun 2015.
  • Sailing Yacht A milik bilioner Rusia, Andrey Melnichenko, diklaim sebagai superyacht terbesar di dunia bertenaga diesel-hybrid seharga £292 juta, berukuran 143 m dengan 8 dek dan area observasi bawah laut berdinding kaca.

Ingin lagi dan lagi

”Berlayar itu membuat ketagihan,” begitu rata-rata komentar mereka yang sudah mencoba wisata berlayar. Agaknya deburan ombak dan angin laut memang memberikan sensasi tersendiri, sehingga mereka yang mencoba wisata layar ini selalu rindu untuk kembali ke laut.

          Banyak aktivitas yang bisa dilakukan saat berada di laut. Tentunya selain berenang atau memancing, saat dekat dengan pulau, Anda boleh membuang jangkar dan mampir sejenak untuk sekadar bersantap atau menikmati pasir pantai yang hangat. Tapi jangan bayangkan Anda bisa mengunggah foto-foto ataupun mengecek email setiap saat, karena saat di lautan, signal telekomunikasi biasanya cukup terbatas. Namun untuk rehat sejenak dari rutinitas pekerjaan yang padat, tak ada salahnya lho, menikmati kesunyian di lautan. Anda berminat? Jangan tunda lagi, mari nikmati asyiknya berlayar!

Artikel pernah dimuat di Majalah Mandiri Prioritas Edisi Desember 2015.

5 thoughts on “The Ultimate Maritime Leisure”

  1. I am now not sure where you’re getting your information, however great topic. I must spend a while finding out much more or understanding more. Thank you for fantastic info I used to be in search of this info for my mission.|

  2. Greetings I am so happy I found your web site, I really found you by mistake, while I was looking on Aol for something else, Anyhow I am here now and would just like to say kudos for a incredible post and a all round enjoyable blog (I also love the theme/design), I don’t have time to read it all at the moment but I have saved it and also added in your RSS feeds, so when I have time I will be back to read much more, Please do keep up the fantastic b.|

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *